5 STRATEGI MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN
GAMBAR ILUSTRASI
ARTIKEL : MENINGKATKAN PERTANIANJUDUL ARTIKEL : 5 STRATEGI MENINGKATKAN HASIL PERTANIANOLEH : RIDWAN TEMPATANSUMBER ARTIKEL : FB. ANDRI KESUMA
5
STRATEGI MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN
1. Intensifikasi Pertanian
Intensifikasi pertanian adalah
pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan
hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian
banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit.
Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program Panca Usaha Tani,
yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani. Adapun sapta usaha
tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut:
-Pengolahan
tanah yang baik
-Pengairan
yang teratur
-Pemilihan
bibit unggul
-Pemupukan
-Pemberantasan
hama dan penyakit tanaman
-Pengolahan
pasca panen
2.
Ekstensifikasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan
pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar, daerah sekitar
rawa-rawa, dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Selain itu,
ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuka persawahan pasang surut. Ekstensifikasi
pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau
Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera,
Kalimantan dan Irian Jaya.
3.
Diversifikasi Pertanian
Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman
pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian.
Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
- Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani
selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan.
- Memperbanyak jenis tanaman pada
suatu lahan, misalnya pada suatu lahan selain ditanam jagung juga ditanam padi
ladang.
4.
Mekanisasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil
pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Mekanisasi pertanian
banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. Pada
program mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga
utama.
5.
Rehabilitasi Pertanian
Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif
atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman
yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif. Sebagai tindak
lanjut dari program-program tersebut, pemerintah menempuh langkah-langkah sebagai
berikut:
Memperluas,memperbaiki
dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia
Menyempurnakan sistem produksi pertanian pangan melalui
penerapan berbagai paket program yang diawali dengan program Bimbingan Masal
(Bimas) pada tahun 1970. Kemudian disusul dengan program intensifikasi Masal
(Inmas), Intensifikasi Khusus (Insus) dan Supra Insus yang bertujuan
meningkatkan produksi pangan secara berkesinambungan. Membangun pabrik pupuk
serta pabrik insektisida dan pestisida yang dilaksanakan untuk menunjang proses
produksi pertanian. Usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan
antara lain dengan cara :
-Membangun gudang-gudang, pabrik penggilingan padi dan menetapkan
harga dasar gabah.
-Memberikan berbagai subsidi dan
insentif modal kepada para petani agar petani dapat meningkatkan produksi
pertaniannya.
-Menyempurnakan sistem
kelembagaan usaha tani melalui pembentukan kelompok tani, dan Koperasi Unit
Desa (KUD) di seluruh pelosok daerah yang bertujuan untuk memberikan motivasi
produksi dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi para petani.
5
STRATEGI MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN
1. Intensifikasi Pertanian
Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit. Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program Panca Usaha Tani, yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani. Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut:
-Pengairan yang teratur
-Pemilihan bibit unggul
-Pemupukan
-Pemberantasan hama dan penyakit tanaman
-Pengolahan pasca panen
2. Ekstensifikasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar, daerah sekitar rawa-rawa, dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Selain itu, ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuka persawahan pasang surut. Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya.
3.
Diversifikasi Pertanian
Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman
pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian.
Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
- Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan.
4.
Mekanisasi Pertanian
Adalah usaha meningkatkan hasil
pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Mekanisasi pertanian
banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. Pada
program mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga
utama.
5.
Rehabilitasi Pertanian
Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif
atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman
yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif. Sebagai tindak
lanjut dari program-program tersebut, pemerintah menempuh langkah-langkah sebagai
berikut:
Memperluas,memperbaiki
dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia
-Membangun gudang-gudang, pabrik penggilingan padi dan menetapkan
harga dasar gabah.

Komentar
Posting Komentar